|
Dan ketika telah datang kebenaran kepadamu, segeralah tinggalkan kebathilan, dan segera ikuti kebenaran itu
|



Mengapa kita berda'wah?


Sibukkanlah dirimu dengan mengingat Allah

Jiwa....
Allah adalah segalanya

Al-Miizan: Timbangan dari segala perbuatan

Isi ulang imanmu, jangan di tunda lagi!

Jadilah cahaya yang selalu menyinari


Islam adalah??

Touching your heart ^_^



Asmaul Husna

True Love

Why ?
Sadarkah kalian jika membeli produk yahudi sama saja dengan berinfaq kepada musuh kita untuk membeli peluru yang merobek jantung saudara kita sendiri.
Dan janganlah kalian menjadi pengikut para musuh Allah sebab lama tidaknya kalian pasti akan dihadapkan dipengadilan Allah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian itu, dengarlah dan dengar.. sebelum kalian meyesal dengan penyesalan yang abadi.


|
FASE BULAN SAAT INI
|
![]() Jazakumullah kepada yang telah berkunjung ke halaman ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya yang sudah berkunjung: |
|
Alangkah bahagianya seorang hamba tatkala manusia disibukkan dengan urusan dunia, dia mampu membasahi anggota wudhunya. Kemudian dengan pakaiannya yang indah dia ayunkan langkahnya untuk memenuhi panggilan Tuhannya. Bersama orang-orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah, dia hadapkan wajahnya kepada Dzat yang telah menciptakannya. Di rumah Allah dia bermunajat dalam rukuk dan sujudnya yang panjang.
Alangkah indah hidup seorang hamba ketika manusia terlena dengan buaian kursi dan kasur empuk, dia mampu terjaga sambil membasahi lisannya dengan dzikrullah. Dia selalu menjaga shalat berjama'ahnya di rumah Allah. Dia rapatkan dan luruskan shafnya, menaikkan sarungnya di atas mata kaki, karena dia tahu hukumnya.
Bukankah Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana seorang muslim berpakaian? Termasuk bagaimana seorang berpakaian jika hendak melaksanakan shalat.
Abdullah bin 'Umar -radhiyallahu 'anhu- berkata, bahwa Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- bersabda,
لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى صَلَاةِ رَجُلٍ يَجُرُّ إِزَارَهُ بَطَرًا
"Allah tidak melihat shalat orang yang menarik pakaiannya dengan sombong". [HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (781)]
Ini adalah ancaman yang amat keras bagi orang yang meleretkan dan melabuhkan celana atau pakaiannya melebihi kedua mata kakinya. Dia tak akan dipandang oleh Allah, kecuali dengan pandangan murka. Bahkan sebelumnya ketika masih dalam kehidupan dunia ini mereka tidak diberi penjagaan dan perhatian oleh Allah akibat besarnya dosa yang mereka perbuat.
Ibnu Mas'ud -radhiyallahu 'anhu- berkata, Saya telah mendengar Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- bersabda,
مَنْ أَسْبَلَ إِزَارَهُ فِيْ صَلَاتِهِ خُيَلَاءَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ جَلَّ ذِكْرُهُ فِيْ حِلٍّ وَلَا حَرَامٍ
"Barangsiapa yang memanjangkan pakaiannya melebihi mata kakinya ketika shalat dengan sombong, maka dia tidaklah tergolong dalam kehalalan dan keharaman Allah." [HR. Abu Dawud (637). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami' (6012)]
Syaikh Masyhur Hasan Salman -hafizhahullah- berkata saat mengomentari hadits ini, "Maksudnya: Allah tidak memberikan kebaikan terhadap perbuatannya yang halal dan sikapnya yang telah menjauhi yang haram. Maka kehormatan dirinya telah jatuh di hadapan Allah. Dan Allah tidak akan melihatnya, serta tidak ada yang bisa diambil ibrah dengannya dan tidak pula dengan perbuatannya. [Lihat Al-Qoul Al-Mubin (hal.34)]
Muhaddits Negeri India, Syamsul Haq Al-Azhim Abadiy-rahimahullah- berkata, "Dia tidak termasuk dalam golongan orang yang dibebaskan dosa-dosanya." Maknanya: Sesungguhnya Allah tidak mengampuninya. Allah juga tak akan mencegahnya perbuatan-perbuatannya yang jelek. Allah tak akan memberikannya surga, dan tak pula mencegahnya dari neraka. Dia tidak melakukan perbuatan halal, dan dia tidak memiliki kehormatan di sisi Allah -Ta'ala-".[Lihat Aunul Ma'bud (2/240)]
Ada pula yang mengatakan, "Dia tidak termasuk bagian dari agama Allah sedikitpun." Artinya: Sesungguhnya dia telah berlepas diri dari Allah dan dia telah menyelisihi agama-Nya.[Lihat Badzlul Majhud (4/297), Faidhul Qodhir (6/52), dan Al-Majmu' (3/177)]
Jadi, hadits itu menunjukkan haramnya menurunkan pakaian hingga menutupi kedua mata kaki dalam shalat, jika bertujuan sombong. Namun jangan dipahami bahwa isbal (melabuhkan celana di bawah mata kaki), jika tak sombong, maka tak mengapa, atau jika di luar sholat, maka tak mengapa. Ini adalah pemahaman yang keliru, sebab hadits lain menunjukkan bahwa isbal sekalipun tak sombong, maka tetap diberi ancaman oleh Allah dan Rasul-Nya -Shollallahu 'alaihi wasallam- sebagaimana nanti –Insya'Allah- akan kami bahas pada edisi mendatang tentang masalah ini lebih rinci. Isbal secara muthlaq haram hukumnya, baik sombong atau tidak; baik dalam sholat atau di luar sholat !!
Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah- berkata, "Sungguh telah kami isyaratkan tentang haramnya isbal, sama saja apakah karena sombong atau tidak, pada kesalahan yang lalu. Barang siapa yang menurunkan pakaiannya bukan karena sombong, maka perbuatannya tersebut adalah wasilah (pengantar) menuju hal itu (yakni, kesombongan)". [Lihat Al-Qoul Al-Mubin fi Akhtho' Al-Mushollin (hal.34), bagian footnote (3)]
Ibnu QoyyimAl-Jauziyyah telah berkata ketika men-syarah hadits yang berkaitan dengan isbal, "Sisi makna hadits ini –wallahu a'lam: "Sesungguhnya isbal (menurunkan pakaian di bawah matakaki) adalah perbuatan maksiat".[Lihat At-Tahdzib ala Sunan Abi Dawud (6/50)]
Yang perlu diingat disini, bahwa larangan dan pengharaman isbal, bukan hanya pada sarung, bahkan mencakup celana, sorban, jubah, dan lainnya. Ini perlu kami jelaskan, karena ada sebagian orang menyangka bahwa larangan isbal cuma pada sarung, tanpa yang lainnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-rahimahullah- berkata, "Panjangnya gamis, celana sirwal, dan seluruh pakaian, jika terlampau panjang, maka seorang tak boleh membuatnya lewat di bawah mata kaki sebagaimana yang telah dicantumkan oleh hadits-hadits yang ada dari Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-. Isbal itu terdapat pada celana sirwal, sarung, dan gamis". Maksudnya, beliau melarang dari isbal".[LihatMajmu' Al-Fatawa (22/144)]
Untuk
itu, wajib bagi orang yang mau shalat untuk "memperhatikan pakaiannya
ketika mengendor dengan menaikkannya. Sehingga ia tidak digolongkan
sebagai orang yang menyeret pakaian karena kesombongan, sebab dia tidak
sengaja menurunkannya. Terkadang pakaian itu hanya mengendor, lalu ia
naikkan pakaian tersebut dan memperhatikannya. Tak ragu lagi bahwa orang seperti ini dimaafkan.
Adapun orang yang sengaja menurunkan pakaian, baik yang berupa bisytan, celana atau gamis, maka masuk dalam ancaman tersebut serta tidak ada maaf bagi yang menurunkan pakaian seperti ini. Sebab hadits-hadits shahih yang melarang isbal mencakup yang terucap, baik makna dan tujuan-tujuannya.
Maka setiap muslim wajib waspada terhadap isbal
dan bertakwa kepada Allah dalam perkara ini. Yakni agar ia tidak
menurunkan pakaian melebihi mata kakinya, dalam rangka mengamalkan
hadits-hadits shahih tersebut, serta waspada dari kemarahan dan siksaan
Allah. Allahlah yang memiliki taufik.". [Lihat MajalahAd-Da'wah (edisi 920), dan Majmu'Fatawa Syaikh bin Baz (219)]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- telah ditanya, "Apakah sah shalat di belakang seorang ahli bid'ah dan orang yang menurunkan sarung melebihi mata kakinya?"
Beliau menjawab, "Ya (sah). Shalat di belakang ahli bid'ah dan di belakang orang yang menurunkan sarungnya (musbil) atau orang-orang yang bermaksiat lainnya adalah sah. Demikian salah satu dari dua pendapat yang kuat. Selama bid'ah tersebut tidak mengkafirkan orangnya. Jika bid'ahnya itu mengkafirkan orangnya, seperti Jahmiyyah atau sejenisnya dari orang-orang yang bid'ahnya mengeluarkan mereka dari lingkup Islam, maka shalatnya tidak sah.
Oleh sebab itu orang-orang yang diberi tanggung-jawab memilih imam, hendaklah mereka
memilih imam seorang yang selamat dari kebid'ahan dan kefasikan, serta
perilakunya diridhoi. Karena keimaman adalah amanat yang sangat agung
dan seorang imam merupakan teladan bagi kaum muslimin. Maka tidak boleh
menyerahkannya kepada ahlul bid'ah atau orang fasik, dalam keadaan
mampu menyerahkan kepada selain mereka. Sedangkan isbal merupakan bagian dari sejumlah kemaksiatan yang harus ditinggalkan dan
diwaspadai, karena sabda Nabi -Shollallahu 'alaihi wasallam- :
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِيْ النَّارِ
"Sarung yang ada di bawah mata kaki tempatnya di neraka". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (5887), dan An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (5331)]
Pakaian selain sarung (izar), seperti gamis, celana bisytu, dan sejenisnya, hukumnya sama seperti hukum sarung (izar). Sesungguhnya ada riwayat yang shahih dari Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- , bahwasanya beliau bersabda,
ثَلَاَثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
الْمَنَّانُ الَّذِيْ لَا يُعْطِيْ شَيْئًا إِلَّا مِنَّةً وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْفَاجِرِ وَالْمُسْبِلُ إِزَارَهُ
"Tiga
orang yang tidak diajak bicara oleh Allah, Dia tidak melihat mereka di
hari kiamat dan Dia tidak menyucikan mereka, serta mendapat adzab yang
sangat pedih: Orang yang menurunkan pakaiannya (melewati mata kaki) dan
orang yang mengungkit-ungkit (pemeberian), yaitu orang yang tidak
memberikan sesuatu, kecuali diungkit-ungkit; dan menginfakkan barangnya
dengan sumpah yang dusta". [HR. Muslim dalam Shohih-nya(106),
Abu Dawud dalam Sunan-nya (4087), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (1211), An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (2564), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (2208)]
ika menyeret (menurunkan) sarung itu karena sombong, maka yang demikian itu dosanya lebih besar dan lebih dekat kepada siksaan yang segera, karena sabda Nabi -Shollallahu 'alaihi wasallam-,
مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak melihatnya di hari kiamat". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3465), Muslim dalam Shohih-nya (2085), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4085 & 3465), An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (5334 & 5335)dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (3576)]
Maka wajib bagi setiap muslim agar waspada terhadap segala yang diharamkan oleh Allah atasnya berupa isbal dan lainnya". [Lihat Majalah Ad-Da'wah (edisi 913)]
Sesungguhnya perkara ini sangatlah menyedihkan kita dan setiap orang yang memiliki kecemburuan terhadap agamanya, yang memiliki kemauan besar untuk kebahagiaan umatnya.
Tatkala kita melihat laki-laki dan perempuan yang ada di hadapan kita menyelisihi dalil-dali ini. Kita lihat laki-laki dalam keadaan menurunkan pakaiannya, sambil menyeret ujung dan tepi pakaiannya di atas tanah. Sedangkan para wanita tidak menutup bagian atas badannya. Para wanita tersebut memendekkan pakaian mereka, sehingga tampaklah kepala, leher, dan dada mereka. Kemudian mereka berjalan di jalan-jalan dalam keadaan memakai wewangian, berhias dan membuka auratnya. Mereka berpakaian tetapi telanjang, dan berjalan sambil melenggang. Mereka tampakkan perhiasan-perhiasan mereka dan postur tubuh mereka di tempat yang terlihat oleh manusia yang dekat maupun jauh. Tidak ada upaya dan kekuatan, kecuali dari Allah.
Sumber :
Buletin
Jum'at Al-Atsariyyah edisi 56 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas.
Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te'ne No. 58, Kel. Borong
Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel

Contoh SMS ramal
Pukul 10.23 malam hari
“ketik REG spasi RAMAL, kirim ke 9090!”
masa depan anda bukan rahasia bagi saya!
15 menit kemudian
“ketik REG spasi PRIMBON, kirim ke 9877!”
17 menit kemudian
“ketik REG spasi WETON, kirim ke 9877!”
dari iklannya dipastikan ini saudaranya PRIMBON
12 menit kemudian
“ketik REG spasi MANJUR, kirim ke 9877!”
tadinya kirain ada reg spasi beton, ternyata ada variasi
11 menit kemudian
“ketik REG spasi MAMA, kirim ke 9090!”
tidak salah lagi ini iklan saudaranya RAMAL
“Dengan nama dan no HP Anda saya bisa meramal bagaimana masa depan Anda
nantinya” (SMS Dedi Corbuzier)
“Tuntunan saya akan membawa hidup Anda menjadi lebih sukses… percayalah… bla
bla bla” (SMS Ki Joko Bodo)
“Saya akan melihat bagaimana masa depan Anda dan memberitahukan Anda apa yang
seharusnya saya lakukan…” (SMS Mama Laurent)
Banyak sekali iklan-iklan seperti itu bertebaran di televisi. Herannya, kenapa
iklan-iklan seperti itu bisa banyak bertebaran di televisi kita.
Terang-terangan dan blak-blakan membawa kemusyrikan. Apakah itu berarti bahwa
layanan SMS-SMS musyrik seperti itu memang digemari masyarakat? Apakah layanan
SMS pembodohan itu memang merupakan usaha yang laris manis?
Kalau memang seperti itu, berarti memang masyarakat kita kini sudah mengalami
pembodohan yang luar biasa. Kerusakan di masyarakat Indonesia kita ini
sekarang bukan cuma berada pada tataran moral tapi juga aqidah. Kalau
kondisinya seperti ini terus, maka Indonesia bisa kembali menjadi negeri
jahiliyah yang tidak akan pernah bisa maju menyaingi negara-negara lain yang
sudah lama meninggalkan bentuk-bentuk tahayul seperti itu.
Rasulullah
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa bertanya kepada peramal atau ahli nujum, kemudian ia percaya apa
yang dikatakannya, berarti ia telah mengingkari apa yang diturunkan kepada
Muhammad.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).
Haram hukumnya mempercayai ahli nujum, dukun, peramal, tukang sihir, orang
yang mengaku mengetahui jiwa orang atau peristiwa-peristiwa yang lalu yang
tidak diketahui orang atau mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan
datang. Sebab hal-hal tersebut adalah khusus ilmu Allah saja. Allah berfirman
:
]
وهو
عليم
بذات
الصدور
[
“Dan Dia Maha Menetahui apa yang tersimpan dalam hati.” (Al-Hadid : 6).
Dan firman-Nya pula :
]
قل
لا
يعلم
من
في
السموات
والأرض
الغيب
إلا
الله
[
“Katakanlah: tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui
perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (An-Naml : 65).
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa mendatangi seorang peramal dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka
tidak diterima baginya shalat selama empat puluh hari.” (riwayat Muslim).
Ketahuilah saudaraku apa yang dikatakan oleh para peramal itu sebenarnya
hanyalah dugaan dan kebetulan saja. Makhluk ghaib (Jin/syaitan) yang menjadi
pembantu-pembantunya tidaklah dapat mengetahu sedikitpun rahasia ghaib milik
Allah apalagi sampai mencuri berita dari langit (Allah) melainkan ada
bintang-bintang yang melempari jin/syaitan yang hendak mencuri hal-hal yang
ghaib. Umumnya para peramal ini tidak lebih dari berkata dusta karena bisikan
jin/syaitan dan tidak ada orang yang terbujuk kecuali orang yang kurang akalnya
saja. Andaikata mereka mengetahui hal-hal yang ghaib, niscaya mereka akan
mengambil harta yang tersimpan dalam perut bumi ini sehingga mereka tidak lagi
menjadi orang fakir yang kerjanya mengelabui orang lain hanya mencari sesuap
nasi dengan cara yang batil. Atau mungkin mereka dapat mengetahui tanggal
kematian seseorang. Kalau mereka benar-benar mengetahui hal-hal yang
ghaib, maka beritahulah kami apa rahasia-rahasia yahudi sehingga dapat
ditumbangkan ?
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kita sebuah hadits: "Allah subhanahu wata'ala berfirman: 'Pagi ini hamba-Ku bangun dalam keadaan kafir dan beriman, orang yang berkata kita mendapat hujan dikarenakan adanya formasi bintang ini maka dia telah kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang dan orang yang berkata kita mendapat hujan karena Allah maka dia telah beriman kepada-Ku dan tidak beriman kepada bintang-bintang."
Kita sebagai muslim harus tahu bahwa bintang tidak menunjukkan apa-apa kecuali 3 perkara sebagaimana atsar yang datang dari Qotadah (seorang tabi'in) bahwa bintang berfungsi sebagai: penghias langit, pelempar bagi syaitan yang mencoba mencuri berita dari langit (Allah). Sebagaimana kita tahu bahwa sebelum diutusnya Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam syaitan berusaha mengetahui terlebih dahulu datangnya utusan Allah. Fungsi bintang yang ketiga adalah sebagai penunjuk arah (navigasi), menentukan arah perjalanan dengan bantuan bintang-bintang. Kemudian Qotadah melanjutkan: "*Maka barangsiapa mempergunakannya untuk selain tujuan itu, sungguh terjerumus kedalam kesalahan, kehilangan bagian akhiratnya, dan terbebani dengan satu hal yang tak diketahuinya.*" *(Shahih Bukhari)*
Saudaraku yang dirahmati Allah bukan kah kita hanya manusia biasa, kekuasaan dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT, kita hanyalah makhluk individual sebagai manusia yang dhoif/lemah tidak berdaya, meramalkan nasib orang lain berarti saudara telah mempercayai perkataannya, bukankah itu dosa jika kita mengundi nasib kepada orang lain, semuanya kembali kepada diri kita masing-masing untuk mencermatinya, jika duit reg SMS saudara di masukan ke kotak amal sudah tentunya saudara mendapatkan pahala dan mendapat rizeki yang tak terduga serta sumbangan saudara dapat mengurangi ke miskinan, marilah berfikir yang positif.
Wallahu'alam...
Wassalammu'alaykum wr.wb...